Tukang Harian VS Tukang Borongan

03 , October , 2018
Tukang Harian VS Tukang Borongan

Jika ingin membangun rumah atau mungkin melakukan renovasi rumah kita dapat memilih menggunakan jasa tukang secara langsung dengan sistem harian atau menggunakan jasa pemborong.

Tukang Harian

Tukang harian merupakan tukang yang upahnya dibayar secara harian. Untuk anda yang memiliki waktu yang cukup untuk mengawasi tukang, tukang harian menjadi solusinya. Tukang harian cocok untuk pekerjaan-pekerjaan kecil, seperti mengganti letak pintu, mengganti keramik lantai, atau mengecat ruang kecil. Sedangkan untuk pekerjaan besar, lebih efisien bila menggunakan tukang borongan.

Kelebihan menggunakan tukang dengan sistem harian antara lain adalah biasanya hasil kerja lebih bagus dan kita bebas memberikan pengarahan dalam pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan kerugiannya adalah sistem harian memerlukan pengawasan lebih sehingga mungkin lebih merepotkan jika kita sendiri sudah sibuk dan tidak memiliki cukup waktu, biaya total untuk upah tukang dan pekerja biasanya lebih mahal, dan waktu pelaksanaan pekerjaan cenderung lebih lama.

Untuk karakteristik tukang harian memang lebih mementingkan kerapian dalam mengerjakannya. Tapi, Anda juga harus memikirkan karena upah yang dihitung berdasarkan hari, banyak tukang harian yang melambatkan pekerjaannya untuk mendapatkan upah yang lebih. Untuk itu, agar lebih terorganisir tetap Anda mematokkan hari atau menanyakan terlebih dahulu pekerjaan yang akan dikerjaakan selesai dalam beberapa hari kedepan.

 

Tukang Borongan

Tukang borongan merupakan tukang yang biasanya meminta upah bayaran dengan membayar keseluruhan pekerjaan. Biasanya tukang Borongan ini menggunakan metode perhitungan pekerjaan dilapangan yang biasanya menggunakan satuan meter persegi, meter kubik atau bahkan lunsump. Tukang borongan juga mencakup dua jenis, pertama tukang borongan yang termasuk pembelian material dan pemasangannya dan kedua tukang borongan yang hanya jasanya saja yang dalam hal ini untuk materialnya Anda harus beli sendiri.

Untuk sistem borongan material dan upah, kita hanya perlu memberikan gambar dan spesifikasi material yang kita inginkan, selanjutnya pemborong akan melakukan pembelian material dan bahan bangunan serta melaksanakan pekerjaan sesuai dengan apa yang kita mau. Keuntungan sistem ini kita tidak usah pusing melakukan pembelian material, yang perlu kita lakukan hanya memastikan bahwa material didatangkan sesuai spesifikasi teknis yang kita inginkan. Kerugiannya adalah biaya total pasti lebih mahal karena pemborong juga akan mengambil keuntungan dari harga material / bahan bangunan yang digunakan.

Untuk sistem borongan jasa saja, sama seperti sistem harian, kita harus melakukan pembelian material dan bahan bangunan sendiri. Biasanya terbagi lagi menjadi dua bagian, apakah sistem borongan upah dihitung secara “plak” atau “keteng”. Pada borongan upah secara “plak” maka pemborong akan menghitung upah kerja berdasarkan gambar dan spesifikasi sehingga dihasilkan nilai tertentu, misalnya Rp. 900.000,-/m2 yang dikalikan dengan luas bangunan.

Karakertistik tukang borongan biasanya mereka ingin cepat selesai dalam bekerja sehingga hasil pengerjaan acap kali kurang rapih. Pada sistem ini, anda perlu melakukan jadwal kerja para tukan borongan agar pekerjaan lebih terorganisir. Tukang borongan cocok untuk proyek skala besar yang ditentukan selesai dalam batas waktu tertentu.