Renovasi Rumah Cara Smart

16 , April , 2018
Renovasi Rumah Cara Smart

Renovasi rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya yang dibutuhkan wajib diperhitungkan dengan sangat teliti, jika tidak anggaran biaya yang semula disusun rapi dapat membengkak. Kurangnya perencanaan kurang matang merupakan salah satu peyebab utama pembengkakan biaya renovasi rumah.

Penghitungan biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi dan perencanaan  yang baik mutlak diperlukan, mulai dari desain atau konsep yang ingin dipakai, pemilihan bahan bangunan yang digunakan, hingga waktu yang sesuai untuk renovasi rumah.

Langkah-langkah berikut dapat dipakai sebelum anda mulai melakukan renovasi rumah :

1. Penentuan konsep

Pada tahap ini, menentukan secara detail bagian rumah mana sajakah yang akan direnovasi. Mulai dari desain yang dipilih hingga rencana pemakaian bahan bangunan lama yang ingin kita gunakan kembali. Jika pemakaian material lama masuk ke dalam daftar renovasi, maka pembongkaran wajib dikerjakan dengan extra hati-hati. Jaga jangan sampai rusak sebab nantinya akan kita pergunakan kembali. Desain sangat diperlukan agar renovasi bisa sesuai dengan yang kita inginkan di awal, jika kurang sesuai maka harus dibongkar kembali. Konsekuensinya adalah bertambahnya biaya yang terpaksa kita keluarkan. Konsep desain yang matang juga pasti memudahkan para tukang dalam mengerjakan.

2. Penentuan material dan kualitasnya

Jika anggaran untuk merenovasi rumah terbatas, anda dapat memilih bahan baku dengan kualitas sedang atau memakai kembali material bekas. Kita harus memilih dengan cermat agar bisa mendapatkan barang bekas dengan kualitas bagus.

Untuk pemakaian kayu, keramik, kusen atau cat dapat menggunakan bahan baku berkualitas sedang. Pemasangan yang bagus dan teliti akan membuat bahan baku kualitas sedang pun terlihat bagus. Namun ada bagian-bagian tertentu yang wajib memakai baahan baku dengan kualitas baik antara lain bagian fondasi rumah, struktur bangunan, pipa air yang ditanam dan rangka atap. Hal ini dikarenakan menyangkut masalah keamanan rumah dan bangunan anda, serta seluruh penghuni nantinya. Bayangkan apabila bagian itu cepat rusak sebab memakai bahan baku berkualitas kurang baik, tentu akan mengakibatkan bahaya jika tiba-tiba bahan tersebut rusak.

3. Meminimalisir renovasi

Yang dimaksud di sini adalah dengan mengurangi pekerjaan yang tidak terlalu penting atau riskan pada rumah anda. Contohnya pengerjaan tembok tanpa di plester, dibiarkan sehingga tampak lebih alami atau pengecatan dinding tanpa bahan plamir.

4. Pemilihan waktu yang tepat

Pemilihan waktu renovasi yang tepat akan menentukan hasil pekerjaan renovasi bangunan yang anda lakukan. Jangan melakukan pengecatan di saat musim penghujan sebab suhu akan cenderung lembab dan bisa berakibat pada hasil pengecatan yang kurang maksimal. Demikian pula dengan pekerjaan lainnya. Saat musim hujan, para tukang akan merasa kesulitan untuk merenovasi bagian luar rumah tanpa perlindungan atap.

5. Cara pembayaran

Secara umum sistem pembayaran pengerjaan renovasi ada 2, yaitu sistem harian dan sistem borongan. Apabila kita sudah yakin dengan desain dan konsep renovasi yang akan kita lakukan, maka pembayaran sistem borongan bisa dipilih. Sebaliknya, jika desain perencanaan dan konsep belum meyakinkan, pilihlah sistem pembayaran harian. Hal ini akan memudahkan ketika sewaktu-waktu kita harus menunda renovasi karena perencanaan yang kurang matang tadi