Jenis Talang Yang Sering Digunakan

02 , August , 2018
Jenis Talang Yang Sering Digunakan
talang

Fungsi utama talang air hujan adalah mengalirkan air dari atap ke tempat yang telah direncanakan, bisa berupa talang vertikal, saluran air hujan, bak penampungan atau sumur resapan. Tujuan utama talang adalah mencegah cucuran air hujan dari atap turun tidak pada tempatnya atau merembes dan meluber hingga kemana – mana. Oleh karena itu talang air hujan umumnya dipasang di tepian, pertemuan antar bidang atap atau dinding samping rumah.

Model talang air rumah berbeda-beda tergantung pada bahan yang digunakan. Pada jenis rumah minimalis banyak yang
menggunakan jenis talang air dari bahan cor. Berbeda dengan model rumah jaman dahulu model talang air yang banyak digunakan adalah model talang air dari bahan seng atau baja ringan.

Berikut adalah beberapa jenis talang yang sering digunakan untuk rumah.

1. Talang PVC

Talang dari bahan dasar plastik atau PVC, amat populer karena harganya yang murah dan mudah dipasang karena tersedia dalam bentuk siap pakai dalam berbagai ukuran. Kelemahan utama dari talang bahan ini adalah umur dan daya tahannya terhadap cuaca. Ekspos pada suhu panas dan dingin yang ekstrim akan membuat plastik kehilangan kelenturannya, menjadi getas dan akhirnya rapuh dan mudah retak atau patah. Walau harga murah, namun dengan umur 1-2 tahun saja, maka perlu dipertimbangkan jika Anda menginginkan rumah yang low maintenance. Belakangan mulai muncul talang dari bahan fiberglass, tapi harganya relatif masih mahal dan pemasangannya tidak mudah, umunya digunakan untuk pabrik atau bangunan besar.

 

2. Talang Logam

Talang dari bahan dasar logam yang paling dikenal di Indonesia mungkin adalah talang seng atau zinc yang harganya murah, dijual dalam bentuk lembaran dan dapat dibentuk sesuai kebutuhan. Talang logam juga merupakan jenis talang yang paling banyak digunakan. Dalam hal ini termasuk semua jenis logam yang digunakan sebagai talang, seperti Aluminium, galvalum atau atap baja ringan. Kelebihan talang seng yaitu mudah dibentuk sehingga mampu menyesuaikan berbagai bentuk atap rumah selain itu juga proses pengerjaannya relatif cepat dan harganya relatif terjangkau. Kekurangannya adalah talang seng ini rentan terhadap karat dan jika pemilihan mateialnya kurang baik kurang bertahan lama. Hal ini juga bergantung pada jenis bahan logam yang digunakan.

 

3. Talang Beton

Mungkin merupakan jenis talang yang paling awal digunakan manusia. Pada rumah modern, talang beton umunya diletakkan pada persinggungan atap dengan pagar atau bangunan tetangga. Bisa dibilang talang beton ini adalah talang yang terbaik dari sisi kekuatan dan daya tahannya. Talang beton ini awet dan tahan lama, tidak butuh perawatan, dapat menampung air dan memiliki kapasitas yang sangat besar dan tidak berisik. Talang beton ini akan mengeluarkan biaya yang lebih mahal dari ke-3 talang air diatas, proses pengerjaanya lama, dan bobotnya sangat berat.

Untuk pelapis biasanya bsia digunakan karpet talang. Karpet talang sendiri kini sudah mulai digunakan sebagai talang atap rumah. Karpet talang biasanya dibuat dari material sejenis senyawa plastik. Di toko bahan bangunan karpet talang ini umumnya dijual dalam bentuk meteran dan memiliki ketebalan yang berbeda-beda. Keunggulannya yaitu fleksible, tidak berisik, tidak berkarat, dan jika terjadi kebocoran mudah untuk di perbaiki. Tapi Karpet talang ini tidak tahan terhadap cuaca dan masa pakainya pun lebih singkat.