Fungsi Dynabolt dan Jenisnya

25 , July , 2018
Fungsi Dynabolt dan Jenisnya
dynabolt
baut dynabolt

Dynabolt atau sering juga disebut dengan anchor, sebagian orang juga sering menyebut dengan istilah baut tanam yang merupakan suatu komponen yang memiliki selongsong silinder dan akan mengembang ketika baut di kencangkan, biasa digunakan untuk menyatukan dua element yang berada pada suatu bangunan, sebagai contohnya adalah instalasi pengencangan objek ke beton, batu, dan material lainnya.

Berbeda dengan paku atau mur baut, dynabolt punya sistem yang selalu berbeda. Perbedaan Dynabolt dengan mur baut biasa yaitu ada pada salah satu element yang berfungsi sebagai silinder dan punya bentuk seperti selongsong peluru namun bisa membesar, mekar atau mengembang ketika baut sudah dikencangkan. Berbeda dengan mur yang bentuknya selalu tetap meskipun sudah dikencangkan. Selain itu silinder yang berfungsi sebagai mur ini selalu ditanamkan pada suatu media misalnya dinding, beton dan lain-lain. Dari sinilah asal muasal sebutan baut tanam untuk memberi nama alternative dynabolt.

Dynabolt memiliki tiga element utama.Pertama adalah baut berulir yang bentuknya seperti mur namun agak lancip seperti paku. Makin ke ujung maka ulirnya semakin mengecil. Lalu kedua ada selongsong silinder. Selongsong ini akan membesar ketika baut berulir dimasukan ke dalamnya. Yang terakhir yaitu ring atau cincin untuk penahan.

Beberapa jenis Dynabolt :

1. Dynabolt klasik

Adalah anchor yang ditanam atau dimasukan lebih dulu. Anchor ini dipasang ke dalam dalam waktu yang bersamaan
dengan proses pengecoran struktur bangunan. Jadi jika mau digunakan tidak dibutuhkan lagi proses pengeboran untuk membuat lubang tanam. Di Indonesia anchor jenis ini cukup mudah ditemukan karena sering digunakan.

 

2. Chemical Anchor

Sesuai dengan namanya, jenis chemical anchor sering memakai zat kimia untuk membuat bahan campuran. Tujuannya adalah untuk menambah kekuatan sehingga punya daya tahan yang lebih kuat jila digunakan pada laut dan sebagaimya. Pada umunya dynabolt yang satu ini punya dua komponen yaitu steel anchor dan bahan kimia yang berfungsi sebagai pengikat. Chemical anchor yang menggunakan campuran zat kimia untuk keperluan baik untuk penambah kekuatan, agar tahan kondisi seperti air atau air laut dan lain-lain. Mekanisme anchor kimia ini bisa berbeda-beda. Umumnya terdiri dari dua komponen, dimana komponen utama adalah steel anchornya dan yang kedua bahan kimia sebagai pengikatnya.

 

3. Dynabolt Tanpa Bahan Kimia

Memiliki sumber kekuatan yang berasal dari media tanamnya baik berupa beton atau dinding batu bata biasa, serta spesifikasi dari kekuatan dynabolt itu sendiri. Sistem kerja dan modelnya cukup banyak, sesuai dengan material
atau media yang digunakan untuk penamaman anchor.

 


Proses pemasangan dynabolt pada baja ringan.
Penggunaannya juga melalui beberapa langkah. Pertama pada bagian media tanam atau dinding dibuat lubang dengan ukuran yang disesuaikan dengan selongsong silinder dan kedalamannya sampai pada cincin atau ring penahan. Setelah itu lubang dibersihkan dan silinder dimasukan lalu disusul dengan proses penempelan komponen atau benda yang dilekatkan
pada dinding. Terakhir memasukan anchor ke dalam selongsong silinder dan dikencangkan.