Atap Baja Ringan – Waspada Titik Rawan

16 , April , 2018
Atap Baja Ringan – Waspada Titik Rawan

Atap merupakan bagian bangunan yang memiliki fungsi sangat penting yaitu memberikan perlindungan terhadap hujan atau panas matahari serta udara dingin untuk semua perabot dan benda yang berada di suatu bangunan beserta penghuninya.  

Secara umum, atap ini memiliki tiga unsur utama antara lain konstruksi dan kerangka, gording, dan bagian penutup atap atau umumnya berupa genteng metal. Khusus struktur dan kerangka, bagian atap ini masih terdiri dari beberapa bagian seperti reng, usuk dan sebagainya. Pada proses pembangunan ini terdapat bagian yang wajib mendapat perhatian lebih dan dilakukan dengan sangat teliti.

Titik rawan pembangunan atap tersebut ada beberapa, antara lain proses erection. Proses ini merupakan jenis pekerjaan yang dikerjakan setelah proses perakitan pada bagian bawah dan menuju pada pemasangan di bagian atas ring balk; khususnya pada pemasangan atap dengan menggunakan bahan atap baja ringan.

Proses ini tidak boleh disepelekan, pekerjaan ini sering kali membuat kuda-kuda menjadi melengkung dan patah. Salah satu sebabnya karena susunannya belum menyatu menjadi satu kesatuan utuh atau berdiri sendiri-sendiri. Tetapi apabila kuda kuda tersebut sudah dapat berdiri di atas footplate atau bertopang pada ring balk, bisa dikatakan kondisi rawan awal sudah bisa dilewati dengan baik. Langkah berikut tinggal melaksanakan proses pemasangan bagian lain seperti pemasangan hip rafter, jack rafter dan reng.

Titik rawan berikutnya apabila rangka telah terpasang dan proses pemasangan pada bagian penutup/ genteng metal mulai dipasang. Penyebab kegagalan yang lumayan sering terjadi merupakan akibat tukang yang mengerjakan cukup banyak tetapi tidak menyebar merata. Mereka hanya ada di satu daerah saja. Kondisi ini dapat membuat kontruksi atau kerangka bangunan menjadi runtuh karena tidak mampu menahan beban terpusat yang begitu berat.

Oleh karena itu apabila memasang genteng metal harus ada pembagian beban yang merata. Masing-masing tukang wajib mengerjakan bagian yang tidak sama dengan teman lainnya. Selain itu, saat sedang bekerja di atas kerangka bangunan, setiap tukang harus mengetahui bagian kerangka bangunan mana saja yang memiliki daya tahan paling kuat untuk dijadikan tumpuan atau tempat pijakan kaki. Ingat, jangan sampai ada kaki yang menginjak pada bagian konstruksi terlemah misalnya reng. Apabila ada satu bagian konstruksi bangunan yang rusak, dapat mengakibatkan proses pemasangan atap baja ringan harus diulang dari awal.

Untuk struktur atap baja ringan yang memakai metode rangka batang, penentuan garis sumbunya harus lurus dan masing-masing rangka hanya mampu menerima tarikan/ gaya tekan saja. Berikutnya garis sumbu batang tersebut akan saling bertemu di satu titik simpul yang akan menjadi engsel pada bisang rangka batang.

Beban yang ada pada konstruksi rangka batang hanya mampu bekerja di satu titik simpul. Apabila bekerja di luar titik simpul itu, maka akibat yang ditimbulkan merupakan kegagalan proses pembangunan konstruksi atap baja ringan. Oleh sebab itu, pastikan jika masing-masing titik pertemuan selalu bertemu di satu titik simpul yang tepat.

Demi menghindari terjadinya kegagalan struktur yang diakibatkan oleh beberapa titik rawan, terutama pada proses erection serta saat pemasangan atap genteng metal, sebaiknya dilakukan koordinasi yang matang antara kontraktor atau pembuat bangunan dan produsen atap baja ringan jika pembuatan atap bangunan tersebut memakai bahan ini.

Tetapi jika memakai kerangka struktur dari kayu, wajib dipilih yang berkualitas bagus dan jenis kayu sesuai untuk jenis genteng metal yang akan dipasang. Peletakan sambungan dan pemakaian paku pada bagian tertentu juga memiliki pengaruh yang lumayan besar terhadap kekuatan pada struktur atap. Oleh sebab itu harus dikerjakan secara cermat dan perhitungan cukup matang.