Tips Memilih Atap Galvalum / Baja Ringan Sesuai Kebutuhan

04 , June , 2018
Tips Memilih Atap Galvalum /  Baja Ringan Sesuai Kebutuhan
atap baja ringan

Ketika membangun sebuah rumah idaman tentu kita akan mempertimbangkan bahan baku yang akan kita gunakan. Selera, kenyamanan dan keamanan merupakan faktor utama dalam memilih bahan bangunan yang patut kita pertimbangkan, tak terkecuali salah satu bagian rumah yang cukup vital yaitu atap.

Atap rumah sangat menetukan tingkat kenyamanan rumah ia adalah pelindung utama dan pertama penghuni rumah dari serangan terik matahari, derasnya hujan bahkan terpaan badai, oleh karenanya pemilihan bahan untuk atap yang baik mutlak sangat diperlukan.

Salah satu yang menjadi pilihan utama untuk bahan bangunan atap rumah adalah baja ringan atau sering disebut atap baja ringan, memang selain ramah lingkungan bahan baku baja ringan dianggap paling aman dan tahan lama karena sifatnya yang anti karat juga tahan api serta pemasangan yang relative lebih mudah dibanding bahan lainnya seperti kayu. Bahan kayu dapat menyebabkan keruksakan lingkungan, tidak tahan serangan rayap memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dibanding baja ringan dan semakin sulit didapat yang pada akhirnya menyebabkan harga kayu menjadi mahal atau setidaknya sebanding dengan harga baja ringan, namun bila dibanding dengan daya tahan dan keamanan tentu saja baja ringan akan semakin murah harganya.

Namun demikian ketika kita sudah menjatuhkan pilihan kepada si putih baja ringan serta merta kita harus pandai memilih baja ringan yang terbaik, jangan hanya dilihat dari sisi murahnya harga tapi juga ada hal-hal lain yang patut kita pertimbangkan, berikut beberapa tips yang patut dipertimbangkan dalam memilih baja ringan:

 

Bahan baku

Bahan utama baja ringan adalah Carbon Steel, Carbon Steel campuran baja murni dengan bahan carbon, mangan, silicon hingga prosentase maksimum selain bajanya sebagai berikut: 1.70% Carbon, 1.65% Manganese, 0.60% Silicon, 0.60% Copper. Carbon dan Manganese adalah bahan pokok untuk meninggikan tegangan (strength) dari baja murni, jangan lupa juga menanyakan ukuran tegangan maksimum standar yaitu > 550 MPa (mega pascal)

Lapisan pelindung

Ada beberapa jenis lapisan pelindung yang digunakan, yang paling banyak ditemui dipasaran di antaranya:

 

Galvalum/ Zincalum

Lapisan Galvalum/ Zincalum terdiri dari campuran zinc dan alumunium sebagai bahan anti karat, dipasaran popular dengan sebutan Zincalume. Untuk Galvalume finishingnya terdiri dari: 55% unsur coatingnya adalah aluminium, 43,5% adalah unsur seng/zink dan 1,5% unsur silikon.

 

Galvanis

Galvanis adalah istilah untuk baja ringan yang diberi lapisan seng (zinc). Untuk galvanis finishingnya terdiri dari: 98% unsur coatingnya adalah seng/zink dan 2% adalah unsur alumunium.

Beberapa produsen mengklaim bahwa pada tebal pelapisan yang sama, Galvalum memiliki ketahanan terhadap karat yang lebih tinggi dibandingkan Galvanis oleh karenanya beberapa pabrikan menambah ketebalan lapisan ketebalan Galvanisnya


dari kedua lapisan baja tersebut sebenarnya tidak masalah anda memilih Galvalum atau Galvanis yang penting jika memilih lapisan galvanis pilihlah yang ketebalannya cukup tinggi.

 

ZAM

Lapisan ZAM terdiri dari 96 % Zinc/seng, 6 % Alumunium, dan 3 % Magnesium, unsure magnesium inilah yang membedakan lapisan ZAM dengan kedua lapisan lainnya. Namun perlu diketahui penggunaan ZAM masih jarang digunakan.

 

Spesifikasi

Spesifikasi atau ukuran baja terdiri dari lebar , tinggi, dan ketebalan kuda-kuda dan reng. Rata-rata ketebalan baja ringan untuk kuda kuda C Chanel berkisar 0,7 – 1 mm, sedangkan untuk V reng antara 0,5 – 0,7 mm semakin tinggi tingkat ketebalan tentu akan semakin kokoh. Adapun tinggi dan lebar kuda-kuda bervariasi rata-rata tinggi kuda-kuda 75 mm dengan lebar 34 mm dan reng tinggi 32-40 mm dan lebar 16-30 mm

 

Garansi & SNI

Carilah perusahaan yang memberikan garansi, lamanya garansi bervariasi tapi minimal perusahaan memberikan garansi terhadap atap baja ringan yang dipasangnya selama lima tahun. Jangan lupa menanyakan lebel SNI pada produk yang dipasang untuk memastikan barang yang dipasang sudah memenuhi ketentan standar nasional.

 

Harga

Yang terakhir pertimbangkan harga atap baja ringan tersebut saat ini kisaran harga atap baja ringan yang baik antara 105 ribu s.d 150 ribu rupiah. Tinggal kalikan dengan luas area atap rumah yang akan dipasang, konsultasikan perkiraan biaya dengan tim teknis dan tanyakan pula apakah ada biaya-biaya lainnya di luar biaya produk, apakah biaya tersebut sudah mencakup biaya pemasangan dll. Yang penting poin-poin yang dikenakan biaya tersebut harus jelas di awal sebelum transaksi. Pemilihan jenis atap yang akan dipasangpun mempengaruhi harga makin ringan bahan atap yang akan dipasang makin ringan pula harga baja ringan, oleh karena itu kalau memungkinkan pilihlah bahan atap yang ringan namun kokoh seperti genteng metal adapun bahan yang berat misalnya genteng beton dan genteng keramik.

Nah sudah jelaskan bahwa baja ringan yang baik tidak hanya dilihat dari harganya yang murah, tapi pilihlah bahan baku baja yang terbaik, kemudian pertimbangkan lapisan pelindung baja yang paling handal untuk melindungi dari korosi dan juga ketebalan baja ringan, makin tebal makin baik serta pastikan garansi produk yang ada beli nah baru pertimbangkan dengan kocek anda yang tersedia, selamat memilih.

 

Source: www.basmala-go.blogspot .com